Senin, 02 Juli 2012

Ingin Seks Nikmat? Begini Caranya (III-Habis)

Ingin Seks Nikmat? Begini Caranya (III-Habis)

 
Tanpa perlu makan malam romantis yang diterangi temaram lilin, serta lingerie berharga fantastis untuk menciptakan kehidupan seks yang dahsyat. Ada banyak cara lain yang lebih mudah dilakukan untuk menyalakan gairah bercinta Anda secara maksimal.
 
Berikut siasat untuk mendapat kenikmatan kala bercinta, seperti dilansir FHM.


Durasi
 
“Seks yang baik berlangsung antara 10 hingga 30 menit. Seks yang buruk berlangsung kurang dari 10 menit. Sedangkan seks yang membosankan dan menyakitkan lebih dari 30 menit,” ungkap Issy Sampson, pakar seks.


Orgasme
 
“Pria begitu peduli dengan orgasme setiap bercinta. Padahal, wanita tidak selalu mendapatkan setiap kali seks. Hentikan kecemasan Anda dan pastikan istri Anda mengalami kenikmatan. Beri jeda, kemudian Anda dapat mencoba lagi,” kata Tracey Cox.


Variasi penetrasi
 
“Mulailah foreplay dengan memberikan stimulasi pada bagian klitoris hingga wanita mengeluarkan cairan pelumas dan siap bila Anda ingin memasukkan jari,” ungkap Georgina Childs. “Saat dia sudah basah dan siap, maksimal gunakan dua jari Anda dan pastikan penetrasinya secara dalam.”


Jangan lupakan foreplay
 
Wanita bukanlah sebuah mobil yang dapat langsung Anda gunakan setiap saat. “Daripada terburu-buru untuk sampai di tujuan, sebaiknya nikmatilah tubuhnya,” kata Sara Dappiano, pakar sex toy.
 
“Tangan dan bibir merupakan bagian sempurna untuk melakukannya. Namun bila perlu, gunakanlah penutup mata atau pelumas tambahan."
(tty)

Cara Jitu Ciptakan Klimaks Sensasional (I)

Cara Jitu Ciptakan Klimaks Sensasional (I)

MEMPEROLEH klimaks sensasional bukanlah hal sulit untuk diwujudkan. Anda hanya perlu mengeskplorasi titik penting yang mempercepat klimaks terjadi.

Pencapaian klimaks ketika bercinta menjadi sebuah prestasi yang ditunggu-tunggu pasangan. Dengan klimaks maksimal, agenda bercinta pun jadi menggairahkan. Jika Anda ingin mewujudkannya, Handbag memiliki triknya.

Orgasme klitoral

Mungkin ini menjadi cara umum yang dapat dimaksimalkan pasangan. Caranya, ajak pasangan untuk mempelajari dorongan sehingga mendapatkan tekanan dan irama penetrasi yang membuat Anda terangsang maksimal.

Orgasme G-spot

Para ahli sepakat bahwa wanita yang mendapatkan orgasme di Miss V akan mengalami stimulasi pada dinding Miss V mereka alias G-spot. Untuk mendapatkan peluang tersebut, caranya yakni letakkan dua bantal di bawah bokong Anda ketika ingin melakukan posisi missionaris. Cara ini memang terkesan kuno tapi sangat efektif menciptakan orgasme sensasional.

Orgasme kombinasi

Orgasme ini merupakan kombinasi dari orgasme klitoris dan G-spot. Untuk menciptakannya, Anda dapat menstimulasi klitoris dengan tangan selama penetrasi berlangsung. Mulailah dengan posisi misionaris sebelum meletakkan kaki Anda di lehernya. Posisi ini akan memberikan efek sempurna pada G-spot dan menciptakan klimaks maksimal. (tty)

Anak Alergi Rentan Sakit Akibat Cuaca

Anak Alergi Rentan Sakit Akibat Cuaca

JAKARTA, KOMPAS.com - Anak-anak yang mengidap alergi ternyata lebih rentan terkena penyakit akibat perubahan kondisi cuaca yang tidak menentu. Hal ini semakin diperparah dengan tinggi tingkat polusi udara di Indonesia.

"Jadi artinya, hampir separuh anak-anak yang alergi tersebut memang pada kondisi yang mudah sakit, terutama di kondisi cuaca yang tak menentu seperti saat ini," kata dr. Herbowo Soetomenggolo, spesialis anak dari Rumah Sakit Ibu dan Anak Hermina, dalam acara temu media, Senin (2/7/2012), di Jakarta.

Herbowo menjelaskan, salah satu alasan kenapa anak dengan alergi lebih mudah terserang penyakit adalah produksi lendir yang lebih banyak. Seperti diketahui, lendir merupakan media yang baik bagi kuman untuk hidup dan berkembang biak.

"Jadi, satu-satunya jalan adalah bagaimana caranya supaya lendir itu tidak banyak keluar," katanya.

Herbowo mengatakan, penyaki t yang paling umum diderita anak dengan alergi adalah flu, infeksi saluran atas, dan diare. Anak dengan alergi, akan lebih mudah terserang diare karena saluran pencernaan mereka tidak terlalu baik, sehingga mudah ditembus kuman-kuman. Inilah alasan kenapa pemberian ASI eksklusif selama enam bulan sangat diperlukan.

"Tujuannya untuk mengamankan usus biar matang, sehingga nanti mampu menghadapi alergen dan kuman-kuman," ungkapnya.

Ia juga menambahkan, pemberian makanan lain selain ASI pada bayi yang belum berusia enam bulan ternyata juga dapat membuat anak lebih mudah kena alergi.

Herbowo menjelaskan, hal terpenting yang dibutuhkan untuk menangani anak dengan alergi adalah bukan dengan pemberian obat-obatan, melainkan lewat upaya pencegahan. Karena, hanya 10 persen anak alergi yang pada akhirnya membutuhkan obat-obatan. "90 persen anak alergi ternyata tidak membutuhkan obat. Mereka hanya butuh pencegahan," katanya.

Pencegahan yang terbaik adalah dengan memastikan lingkungan sekitar anak tetap bersih dan mengurangi hal-hal yang bisa mencetuskan alergi seperti asap, bulu dan debu. Misalnya, memastikan tidak ada asap rokok dirumah dan tidak membawa binatang peliharaan ke dalam rumah.

Obat Antidepresan dan Seluk Beluknya

Obat Antidepresan dan Seluk Beluknya

KOMPAS.com - Dalam praktik sehari-hari, saya banyak menangani kasus-kasus gangguan kecemasan dan gangguan depresi. Pasien dari dua jenis gangguan jiwa ini sangat sering mengeluhkan gejala-gejala fisik yang tidak didasari adanya bukti obyektif (gejala psikosomatik). Hal ini membuat saya mengedepankan terapi diagnosis dasarnya, seperti yang telah saya bahas pada tulisan-tulisan saya terdahulu tentang gangguan psikosomatik.

Pengobatan untuk gangguan cemas dan gangguan depresi tentunya perlu meliputi ketiga aspek yang mempengaruhi kejiwaan seseorang. Pendekatan biologis, psikologis dan sosial (termasuk spiritual) adalah hal yang tidak bisa dilepaskan pada pengobatan pasien-pasien tersebut. Apa yang akan saya bahas kali ini lebih kepada pengobatan dengan obat-obatan terutama antidepresan.

Efektivitas obat

Ketika diagnosis sudah ditegakkan, maka sebagai dokter tentu nya saya akan mengatur strategi pengobatan. Strategi pengobatan ini tentunya didasarkan pada rujukan pedoman pengobatan yang telah disetujui bersama oleh para ahli. Organisasi psikiatri baik di Indonesia maupun di luar negeri telah membuat pedoman-pedoman pengobatan untuk kasus-kasus psikiatri yang dihadapi sehari-hari.

Kali pertama, yang terpikir oleh saya untuk meresepkan obat tertentu kepada pasien terutama untuk kasus gangguan cemas dan depresi adalah efektivitas obat tersebut. Obat antidepresan golongan Serotonin Selective Reuptake Inhibitor (SSRI) dan Serotonin Norephineprine Reuptake Inhibitor (SNRI) adalah pilihan-pilihan obat yang digunakan untuk kasus depresi.

Kedua golongan obat ini dipakai saat ini karena dinilai efektif untuk mengobati gangguan depresi. Pasien dengan gangguan cemas juga mendapatkan manfaat dari pengobatan dengan golongan antidepresan. Selain efektif juga mempunyai profil obat yang lebih relatif aman dibandingkan de ngan pengobatan menggunakan obat anticemas golongan benzodiazepine (obat penenang). Seperti kita tahu, obat anticemas seperti Alprazolam, Lorazepam, Bromazepam, walaupun efektif mengatasi kecemasan sering kali menimbulkan permasalahan lain yaitu toleransi (dosis yang semakin meningkat) dan ketergantungan.

Tolerabilitas obat

Selain efektif mengobati, pemilihan obat juga perlu melihat tolerabilitasnya atau kemampuan pasien dalam beradaptasi dengan obat itu. Kadang memang ada obat yang efektif, tapi pasien tidak tahan dengan efek samping yang sering muncul akibat obat yang dia minum. Antidepresan golongan SSRI atau SNRI seperti yang disebutkan di atas cukup mempunyai tolerabilitas yang baik. Pasien biasanya cukup nyaman dengan obat yang diberikan.

Sering kali memang muncul efek samping obat pada awal penggunaan, biasanya berlangsung pada minggu pertama. Namun demikian, efek samping ini hanya bersifat sementara dan sering kali bisa dilewati ta npa perlu menambahkan obat lain. Efek samping yang sering muncul pada obat yang bekerja di serotonin adalah gangguan perut atau maag, perasaan mengantuk, kadang bisa mengalami insomnia, sering merasa kepala berat atau pusing dan perasaan cemas. Untuk itu biasanya pada pasien diberikan dosis setengah dulu untuk pasien mampu lebih beradaptasi dengan obat ini.

Keamanan obat

Kita memahami bahwa pasien dengan penggunaan antidepresan biasanya berlangsung lama. Pada berbagai literatur terbaru disarankan agar pasien tetap melanjutkan pengobatan walaupun sudah membaik sampai minimal 6 bulan sejak perbaikan gejala. Hal ini adalah agar keberulangan gejala tidak terjadi. Untuk itu pemilihan obat selain tolerabilitas dan efektivitas, maka keamanan obat jika dipakai dalam jangka waktu panjang atau jika dipakai bersamaan dengan obat lain perlu diperhatikan.

Pasien yang memakai obat antidepresan golongan SSRI atau SNRI masih bisa mengg unakan obat lain misalnya obat flu, obat demam atau obat batuk yang sering takut digunakan. Kebanyakan peringatan di obat flu bahwa obat flu tidak boleh digunakan bersama antidepresan adalah obat antidepresan dari golongan Monoamine Inhibitor (MAOIs).

Farmakoekonomi

Jangan lupakan salah satu yang perlu diperhatikan juga tentang farmakoekonomi. Yaitu bagaimana pemilihan obat yang baik dan efektif juga perlu dibarengi dengan suatu upaya untuk memberikan obat yang secara ekonomis bisa terjangkau. Sering kali ini menjadi dilema karena pengobatan dengan obat-obat golongan terbaru seperti SSRI dan SNRI memang memerlukan biaya yang cukup besar.

Walaupun demikian jika memandang dari segi cost and benefit mungkin penggunaan obat-obat antidepresan golongan SSRI dan SNRI masih bisa dianggap  mampu memberikan perhitungan ekonomis yang masuk akal. Hal ini disebabkan karena perbaikan gejala depresi dan cemas yang baik dan didukung dengan kemamp uan kerja secara ekonomis pasien-pasien yang mengalami depresi dan cemas, keuntungan secara ekonomis memakai obat ini bisa terpenuhi. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat.

Salam Sehat Jiwa  

Kualitas Remaja Diperburuk Ngorok

Kualitas Remaja Diperburuk Ngorok

KOMPAS.com - Menurut sebuah penelitian terbaru, remaja yang mendengkur mempunyai resiko lebih tinggi untuk mengalami gangguan kemampuan belajar dan perilaku. Mereka terus mengantuk, sulit berkonsentrasi, agresif dan terganggu kehidupan sosialnya.

Suara ngorok sudah dianggap lazim di kehidupan sehari-hari. Apalagi pada remaja-remaja dengan jadwal kegiatan yang padat, dengkuran dianggap sebagai akibat dari kelelahan. Tetapi tahukah Anda bahwa dengkuran sendiri bisa menyebabkan kelelahan berkepanjangan?

Mendengkur dan kantuk berlebihan merupakan dua gejala utama dari sleep apnea, atau henti nafas saat tidur. Ketika saluran nafas melemas saat tidur, ia menyempit dan mengakibatkan sumbatan. Akibatnya, walau dada naik turun berusaha bernafas, tak ada udara yang dapat lewat.

Dalam tidur, ia seolah tecekik. Karena sesak, selanj utnya pertahanan tubuh akan membangunkan otak untuk bernafas. Si penderita akan terbangun singkat tanpa tersadar. Karena terbangun-bangun singkat sepanjang malam, pendengkur jadi selalu merasa mengantuk dan lelah sepanjang hari walau tidurnya sudah mencukupi.

Penelitian

Penelitian yang dilakukan oleh the Disability and Psychoeducational Studies department dari the University of Tucson di Arizona, menyertakan 263 anak-anak dengan rentang waktu pencatatan 5 tahun. Pada pemeriksaan awal ditemukan bahwa 70 anak menderita sleep apnea. Lalu pada pemeriksaan 5 tahun berikutnya, didapati bahwa 44 orang menderita sleep apnea.

Para peserta kemudian diperiksa perilakunya menggunakan alat-alat pemeriksaan psikologi. Hasilnya, pada anak-anak yang tak menderita sleep apnea dan remaja yang dulu menderita namun kini sudah tak lagi, tak ditemukan perbedaan berm akna pada perilakunya.

Remaja pendengkur yang menderita sleep apnea cenderung mempunyai nilai masalah sosial dan perilaku yang tinggi dibanding remaja yang tak memiliki gangguan tidur tersebut. Mereka dinilai 3 kali lipat lebih agresif. Remaja dengan sleep apnea ada 29%, sementara yang sehat hanya 10%.

Kemampuan untuk mengontrol emosi juga didapati 2,9 kali lipat lebih buruk pada pendengkur dibanding remaja yang tak mendengkur.

Perilaku dan kantuk berlebihan

Masalah-masalah perilaku dan interaksi sosial yang dialami dianggap berkaitan dengan kantuk berlebihan yang diderita pendengkur. Seperti sudah diulas sebelumnya, remaja yang menderita sleep apnea selalu berada dalam kondisi kurang tidur, selalu mengantuk, walau durasi tidur sebenarnya sudah cukup. Bayangkan saja diri kita jika hanya tidur 2 jam, bagaimana rasanya di pagi dan siang hari? Persis seperti it ulah yang dialami para remaja yang menderita sleep apnea.

Kondisi ini diperparah dengan pola tidur remaja yang juga selalu kurang. Akibat berbagai aktivitas, kebutuhan tidur yang seharusnya 8,5-9,25 jam sehari tak pernah tercapai. Apalagi dengan jam biologis yang berbeda dari orang kebanyakan. Kelompok usia ini wajar jika tidur lewat tengah malam. Padahal, aktivitas sudah dimulai sejak sebelum matahari terbit.

Kualitas dan durasi tidur menjadi sangat penting bagi prestasi. Sleep apnea, jelas memperburuk kualitas tidur. Segala kemampuan konsentrasi, mengendalikan emosi serta perilaku ternyata menurun akibat sleep apnea. Untuk itu, demi kualitas pemuda Indonesia, jangan remehkan lagi kesehatan tidur, khususnya sleep apnea dan mendengkur.

Mikha Tambayong Tak Pernah Ketinggalan Lip Gloss

Mikha Tambayong Tak Pernah Ketinggalan Lip Gloss

MEMILIKI kulit wajah yang sensitif memang sangat merepotkan. Pasalnya, harus pandai memilah kosmetik dan selalu memerhatikan tingkat kecocokan terhadap kulit. Itulah yang dirasakan oleh artis dan penyanyi Mikha Tambayong.
 
Demi menjaga kecantikan kulit wajahnya, Mikha Tambayong selalu rutin berkonsultasi dengan dokter kulit dan kecantikan wajah. “Kebetulan kulit aku ini sensitif, jadi aku ke dokter untuk minta obat khusus untuk kulit, seperti sun screen dan pelembap,” tutur Mikha kepada Okezone usai acara konferensi pers The Body shop Make Up Artist Search di Plaza Senayan, Jakarta, Senin (2/7/2012).
 
Dara yang memulai karier dengan menjadi finalis pada pemilihan GADIS Sampul 2008 ini selalu berusaha menjaga kulitnya yang sering alergi. Karena itulah, dia selalu menggunakan make up seadanya.
 
“Kalau alergi, pasti muka aku yang kena. Kalau kena panas, muka aku pasti langsung merah. Memakai make up terlalu tebal atau menggunakan make up yang nggak cocok di kulit aku, muka aku pasti merah-merah,” katanya.
(tty)

G-Dragon ''Big Bang'' Tertangkap Kamera Dengan Rambut Pink

G-Dragon ''Big Bang'' Tertangkap Kamera Dengan Rambut Pink

DINOBATKAN sebagai ikon fashionista selebritis Korea, ternyata tidak membuat G-Dragon “Big Bang” berhenti menuai kreatifitas. Terbukti, ia selalu menciptakan trend rambut di kalangan selebritis. Kini bahkan ia hadir kembali dengan tampilan rambut yang mencengangkan.
 
Pentolan grup idola Korea “Big Bang” ini mengubah gaya rambut mushroom-nya menjadi warna pink terang dengan model belahan tengah. Ia menunjukkan kepribadian yang sangat menonjol pada potongan rambutnya kali ini.
 
GD sapaan akrabnya, mengubah warna dan gaya rambutnya ketika akan menghadiri pangelaran Man Fashion Week 2012 di Paris. Ia diundang sebagai tamu untuk menghadiri pembukaan koleksi Rick Owen musim Spring/Summer 2013. Seketika setelah ia mengubah tatanan rambutnya, seluruh penggemarnya diseluruh dunia terkejut.
 
Dengan hanya mengenakan jaket berwarna biru bahan brokat disertai kacamata unik, dan jam tangan fancy, GD menunjukkan betapa fashionable dirinya.
 
“Rambut pink GD benar-benar terlihat menakjubkan, dia terlihat seperti pria nakal. Tidak semua orang terlihat bagus dalam warna pink, tapi ia membuatnya terlihat begitu unik dan menarik,” papar salah satu penggemar yang melihat tampilan GD langsung diacara fashion show tersebut, seperti yang dikutip dari Grazia.it.
 
Tak hanya penampilannya yang memukau para penggemar, ternyata hal itu pun menarik perhatian majalah fashion Grazia. Salah satu fotografer menangkap foto dirinya dan foto tersebut menjadi perbincangan hangat dikalangan fashionista Eropa.
 
GD selalu mampu membius dunia mode dengan tampilannya yang berani dan memukau. Tak heran jika ia disebut sebagai idola fashion icon nomor satu di Korea. (ina)
(tty)